Hank's Bookshop: My Hidden Treasure, Till we meet again!





c: Constrant Crafter
Gue masih ingat betul hari di mana gue menemukan harta karun tersembunyi dihiruk-pikuk kota Seoul. Hari itu tanggal 24 Juli 2017, setelah gue dan beberapa teman lainnya mengunjungi Istana Gyeongbokgung di area Jogno-gu kami memutuskan untuk berpindah ke area lain yaitu Insa-dong untuk mencari pernak-pernik khas Korea. Dalam perjalanan itu, sebuah papan nama menarik perhatian gue. 

"Hank's Book Cafe = A Traveller bookshop" 


c: Seoul Selection Magazine
Secara tidak sadar, kaki gue berhenti bergerak dan terdiam di depan etalase yang terdapat banyak buku serta sticker-sticker lucu. Gue yang masih terkesima dengan betapa unik dan menarik toko buku tersebut, meminta teman-teman gue untuk tunggu sebentar dan cepat-cepat mengeluarkan kamera analog dan memfotonya. Sayang pada hari itu gue gak bisa mengunjungi toko buku itu karena jadwal  kami yang padat. Jadilah gue hanya bisa berjanji pada diri sendiri untuk kembali lagi ke sana walaupun gak tahu kapan. 

Hari-hari selanjutnya pun gue jalani dengan pertanyaan kapan gue bisa mengunjungi Hank's bookshop. Hal itu karena jadwal kami yang lagi-lagi padat. Tapi pada tanggal 26 Juli, saat yang lain memutuskan untuk pergi ke taman rekreasi Everland, gue memberanikan diri untuk berjalan-jalan sendiri walaupun gue buta Korea. Pada hari itu juga gue membiarkan kaki gue melangkah ke mana pun dia mau. Surprisingly, kaki ini membawa gue ke toko buku itu. 

Hank's Bookshop berada di lantai bawah sebuah gedung. Gue memberanikan diri menuruni tangga  hingga gue melihat sebuah pintu kayu dengan lonceng kecil yang menempel. Akhirnya setelah menarik nafas, gue membuka pintu tersebut diikuti oleh bunyi lonceng yang terdengar nyaring. Saat memasuki toko, gue bisa mencium aroma buku bercampur dengan aroma kayu manis tersebar di seluruh ruangan.

Malu-malu gue membungkuk dan mengucap "annyeonghaseo" pada seorang perempuan yang sedang mengorganisir buku di kardus. Mata gue mulai menemukan nirvananya. Rak-rak kayu berisi buku-buku dengan berbagai macam warna cover mengelilingi ruangan yang tidak terlalu besar itu. Gue mulai menjelajahi satu demi satu rak-rak tersebut sampai gue menyadari bahwa gue gak sendirian di toko tersebut. Ada sepasang turis kaukasian yang sedang membahas buku resep masakan. Seorang perempuan yang tadi gue sapa pun mulai berbincang dengan turis itu. Sedangkan Gue masih asik memilih buku mana yang harus gue beli.

c: Seoul Selection Magazine

Gue yang kebingungan, akhirnya disampiri oleh perempuan yang kira-kira berumur 30-an itu. Kami pun mulai berbincang masalah buku. Dari mulai buku-buku sastra korea, buku yang lagi ngetren di Indonesia, dan banyak hal lainnya. Baru saat itu gue mengetahui nama perempuan itu adalah Olive. Dia udah lumayan lama bekerja di toko tersebut dan menjadi penggiat sastra. Dia sampai nanya ke gue, apa yang membuat buku Vegetarian dari Han-Kang sangat populer di Indonesia. Dengan sok ngidenya gue bilang bahwa konteks sosial yang ada di buku tersebut sangatlah relatable di Indonesia. Dari situ juga kami banyak ngobrol. 

Dia pun mulai bertanya kenapa gue ada di Korea? apa yang gue lakukan di sini? dan apakah gue anak sastra karena gue terlihat suka buku sastra?  Saat gue menjawab kalo gue adalah anak science, dia bingung dan ketawa. Karena katanya gue sangatlah terlihat seperti anak sastra atau jurnalistik. Olive juga bilang kalo bahasa inggris dan korea yang pas-pasan gue bagus. 

Kemudian, gue mengutarakan keinginan gue untuk menjadi penulis, ilmuan, juga bekerja diindustri kreatif. Mendengar pernyataan itu, Olive tersenyum dan dia bilang kalo gue mengingatkan dia akan salah satu tokoh sastra perempuan korea yang multi-talenta, namanya Jang Yeonhwa. Dia pun memberikan gue dua buah post-card yang salah satunya dengan gambar Jang Yeonhwa. Gue bahagia bukan main. Gue berterima kasih dan senyum termanis merekah di wajah gue yang pas-pasan. ini. Bodohnya gue lupa minta foto bareng. 

c :  Seoul selection webstore

Dia juga memberi rekomendasi buku apa aja yang harus gue baca dan akhirnya gue memutuskan membeli 4 buku yang harganya sangat teramat lumayan untuk gue bawa pulang. Jujur, bagi seorang pembaca buku amatiran kayak gue, gue gak bisa gak kalap kalo di toko buku. Gue kuat nahan beli makan, baju, kosmetik, dan hal-hal lainnya tapi gue gak kuat untuk nahan beli buku dan main di clawn chain. Pada hari itu juga, gue menghabiskan uang kurang lebih 400 ribu yang seharusnya bisa buat gue makan enak di hari-hari selanjutnya. Tapi semuanya worth it. 

Dipikir-pikir lagi, buku di toko tersebut termasuk murah. Harganya sama malah lebih murah dibandingkan kalo gue beli di Indonesia. Kisaran bukunya dari 50 ribu rupiah sampai ada yang paling mahal berjuta-juta. Bukan cuma buku aja yang ada di sana, tapi juga drama dan film korea yang diangkat dari sastra tersedia di sana. Bayangin, buku please after my mother versi international yang kalo di Indonesia gue bisa dapatkan dengan harga 200 ribu, di sana cuma 90 ribuan. Great deal banget-kan?

Setelah gue menghabiskan satu jam lebih di toko buku tersebut, gue pun mengucap selamat tinggal dan melanjutkan perjalanan gue. Olive dengan senyuman hangatnya menyambut gue , berkata selamat tinggal dan pesan "Aku tunggu ya buku kamu, biar aku bisa pajang di sini. Terus semangat dan berkarya ya." 

Lalu dia menghantar gue hingga pintu dan berkata "Till we meet again!"

Gue mengangguk dan membalas "Sampai bertemu lagi!" 

Mungkin ini perjalanan yang singkat, tapi bagi gue pengalaman yang seperti ini bagaikan salah satu penyemangat gue untuk terus berpegangan dengan mimpi-mimpi gue. Gue gak tahu kapan gue bisa balik lagi atau pun kapan gue bisa mewujudkan mimpi-mimpi gue menjadi penulis yang bukunya bisa dipajang di Hank's Book Cafe. Tapi gue akan terus berusaha untuk melakukan itu, 

Untuk temna-teman yang mau beli buku dari Hank's Bookshop, teman-teman bisa langsung ke websitenya : Seoulselection.com Atau kalau mau datang langsung bisa ke B1 Korean Punlishers Association B/D, 105-2, Sagan-dong, Jongno-gu, Seoul, Korea. Mereka buka dari senin sampai Jumat jam 9.30 am - 6.30 pm KST. 

Terima kasih Olive! Terima kasih Hank's Bookshop ! 
c: Sippy cup blog 

Till we meet again!


Note:
Shout out to UdaFanz yang bantuin ngerombak blog ini. Go visit his blog guys di udafanz.com !

Comments

  1. uwaaaaaaa interiornya keceh baaangeeet
    kurasa aku juga bakalan kalap deh kalo ke sana
    tentunya kalap foto2 juga sih, hahaha

    ih sayang ya, kelupaan foto sama kak olive
    padahal aku pengen tahu wajah kak olive... apa sipit2 gitu kah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih berkomentar, tapi yang namanya manusia ber ras korea, pasti memiliki bentuk mata yang cenderung sipit sih. Tapi Kak Olive sangatlah cantik dan ramah sekali :")

      Delete
  2. Toko buku mungil di Seoul?
    Yang aku bayangkan, pasti yang punya toko buku ini orang tajir yaa...
    Mengingat ((kata drama Korea)) biaya hidup di Seoul termasuk tinggi.

    Mantap, Miftaa...
    you can speak Korean languange for a while...jinja jjang!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya begitu, karena memang harga building sangatlah mahal di sana jadi pasti yang punya orangnya tajir lah. Tapi kayaknya ini yang punya tuh kayak perkumpulan publisher gitu deh. Jadi bukan milik pribadi.

      Delete
  3. Wow. Perjalanan yang menyenangkan nih di Korea. Ingin sekali rasanya merasakan bukuku dipajang di toko buku luar negeri. Target awalku sih kalo ga Jepang, Korea, Amerika. Berhubung ada temanku di Amerika yang minta aku nerbitin buku dalam Bahasa Inggris. Ah, semoga bisa deh. Cerpen juga bisa kelak di Wattpad.

    Ya, semoga kita kelak bisa mencapai cita-cita kita kelak. Sebagai sesama pecinta tulis-menulis yang terjebak dalam dunia sains yang hanya meminta kepastian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah beruntung sekali Kak Farhan diajak nerbitin buku dalam bahasa Inggris. Aku mah apa atuh, penulis amatiran yang aneh wkwkw. Semangat terus kak Farhan!

      Delete
  4. Lucuuuukkk... Itu boleh ga sih foto2 di seluruh penjuru toko? Haha, aku lebih tertarik buat foto-foto karena keunikan tokonya *kemudian digetok mbak Olive 😂

    Ayo, semangat kak! Pasti seneng banget nanti kalau punya karya yang bisa dipajang di toko buku di luar negeri 😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waktu aku minta foto sih boleh wkwkw. Tapi karena aku anaknya mageran jadi aku gak foto banyak dan mostly di kamera analog aku.

      Delete
  5. aku penasaran dengan the Vegetarian - Hang Kang dan akhirnya googling, ternyata itu novel karya novelis perempuan terkenal di Korsel ya? jadi penasaran dengan novelnya. btw toko bukunya keren banget. aku juga suka singgah ke perpus atau toko buku kalau berkunjung ke suatu daerah. daaan, sedihnya di tempat tinggalku saat ini enggak ada tokok buku

    ReplyDelete
  6. Jd inget buku komik mantan bos. Dia kan org korsel, komik yg dia bawa buanyak banget. Cetakannya bagus2

    Sayangnya bahasa asingku ngaco. Mau beli jg bingung bacanya gimana

    ReplyDelete
  7. aih mantep banget koleksi bukunya ya, tapi begitu dibaca, bagaimana ula dengan bahasa yang digunakan. aku sih agak jarang memilih buku bahasa Inggris kalau ngga bener-bener terpaksa karena untuk materi kuliah hehehe

    BTW uda mau ngga ngobrak ngabrik blog ku ya? hihihihi

    ReplyDelete
  8. Aku pilih langsung ke toko bukunya ah heheee...kan enak bisa langsung lihat dan baca-baca. Dari foto-foto di atas tu tempat kayaknya kece juga.

    Siapa tahu nanti dapat kesempatan ke korea, aamiin.

    ReplyDelete
  9. Wah, menarik sekali perjalanannya. Aku bayangin hangatnya Olive saat ngobrol sama kak Miftah, sepertinya menyenangkan sekali dia. Ngasih postcard keren pula. Hemm.. semoga harapan Olive bisa terwujud ya.. kelak buku kak Miftah bisa terpajang di Hank's Books Cafe :)

    ReplyDelete
  10. Wah, kalau di Indo ada perpus kaya gini kayanya akan terus mampir (untuk foto-foto maksudnya). Jadi makin pengen nabung buat ke Korea

    ReplyDelete
  11. Ini ga dikasih tahu bahasanya apa ya di buku itu? Apa aku kelewat? Kalau aku ketemu olive, dia nyangka aku anak mana ya :-)

    Btw, kumasih milih buku terjemaham ketimbang harus baca versi inggris (apalagi bahasa selain itu) males mikir 2 kali

    ReplyDelete
  12. Beli ke korea jauh sih, kalau beli secara online juga jatuhnya bakal mahalkah? Soalnya kan pengiriman luar negeri

    Eh mbak kalau disangka anak sastra udah aja masuk sastra, kayaknya emang auranya anak sastra nih hehhes

    ReplyDelete
  13. duuh ... yang ngeborong bukuu..! Tapi harga total bukunya yang 400 ribu, gak bakalan disesalin ya ...
    Kalau udah suka, berapa pun harganya, pasti akan dijalani. ya, kan?

    Eh, blognya dirombak sama Udafanz ya? Tampilannya sederhana dan baguus!!

    ReplyDelete
  14. Enak ya dr suka baca buku bisa berkelana ke Korea... Eh mereka tanya enggak, kalau di Indonesia itu ada banyak blogger buzernya *eh hahahhaha

    ReplyDelete
  15. Asik banget suasananya di dalem yak. Enak buat baca-baca sambil ngeteh *eh.

    Kepikiran bikin toko buku kaya gitu di Indo ga mbak? Hehe

    ReplyDelete
  16. Asik banget suasananya di dalem yak. Enak buat baca-baca sambil ngeteh *eh.

    Kepikiran bikin toko buku kaya gitu di Indo ga mbak? Hehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts